SALAM TANJAKAN, Hai para pencinta alam, bagaimana kabarnya?, semoga selalu baik-baik saja, nahh, kali ini gua mau kasih info sedikit untuk kalian yang ingin nanjak gunung tapi punya keluhan cape dan kram otot, kita bisa menghilangkan itu semua dengan CUKA APEL, bagaimana kelanjutan nya simaklah yang satu ini, Selamat Membaca ^^^^^^^
Salah satu jenis buah
yang cukup komersial adalah buah apel.
Daerah penghasil apel yang terkenal di Indonesia ada di kota Malang. Apel tekstur renyah dan rasa yang manis agak asam.
Pada umumnya buah apel dikonsumsi masyarakat sebagai
buah segar atau campuran es buah. Namun, saat panen raya, produksi buah
apel menjadi melimpah sehingga banyak yang terbuangdan busuk. Harga apel
pun menjadi anjlok. ( Orey, C. 2008)
Untuk mengatasi masalah tersebut,
diperlukan adanya solusi pemanfaatan buah apel menjadi produk olahan yang dapat memperpanjang masa simpan sertadapat
meningkatkan nilai ekonomis buah apel.buah apel juag dapat dikonsumsi secara
langsung namun pada cuka apel ada penambahan nutrisi pada pembuatancuka apel
ini dimana apel yang telah dilakukan proses fermentasi menjadi cukaapel menjadi
minuman penambah stamina. Salah satu alternatifnya adalah denganmengolah apel
menjadi cuka apel atau apple cider vinegar Cuka
apel merupakan minuman hasil fermentasi buah apel segar. ( Nurmiati. 2003)
Mengonsumsi cuka apel di pagi hari dapat menjadi alternatif bagi Anda
yang terbiasa mengonsumsi kopi untuk mendapatkan suntikan energi. Anda dapat
mengonsumsi segelas penuh air yang dicampur dengan cuka apel sebagai minuman
sehat pengganti kopi. ( Moryadee, A. and W. Pathom-Aree. 2008.)
Kalium ditemukan dalam jumlah tinggi dalam cuka sari apel yang
membantu dalam menghilangkan ketegangan otot. Ketegangan otot atau kram otot terjadi karena tubuh
kekurangan kalium. Selain itu, cuka apel
mengandung banyak nutrisi yang membantu mengendalikan keseimbangan cairan dalam
tubuh dan juga melindungi tubuh dari dehidrasi. Minum cuka apel yang dicampur air panas akan menenangkan
otot kaku karena kram. ( Maal, K. B. and R. Shafiei. 2011)
Cuka buah juga
dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional. Hal ini dikarenakan pangan fungsional
tidak hanya memiliki fungsi primer, yaitu mencukupi kebutuhan dasar manusia
yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Fungsi sekunder sebagai
pangan dapat diterima oleh indrawi manusia, memiliki penampakan dan cita rasa
yang baik dan fungsi tersiernya sebagai pencegahan atau meminimalkan terjadinya
suatu penyakit dengan kandungan senyawa yang ada di dalamnya (Nugraheni, 2011)
Bagaimana nih sahabat yang suka nanjak??, Semoga bermanfaat yahh ilmu nya, dengan pengetahuan ini semoga kalian bisa nanjak bisa nyaman dan aman
see u gaess..... SALAM TANJAKAN !!!
DAFTAR PUSTAKA
Maal, K. B. and R. Shafiei.
2011. A Thermotolerant Acetobacter Strain Isolated from Iranian Peach Suitable
for Industrial Microbiology. Asian Journal of Biological Sciences 4(3):
244-251.
Moryadee, A. and W.
Pathom-Aree. 2008. Isolation of thermotolerant acetic acid bacteria from fruits for vinegar production. Research Journal of Microbiology 3(3):
209-212.
Nugraheni, M. 2011. Potensi
Makanan fermentasi sebagai Makanan Fungsional. Makalah disajikan dalam Seminar
Nasional Wonderful Indonesia. Universitas Negeri Yogyakarta Press. Yogyakarta.
Nurmiati. 2003. Das Vorkommen
der die Alterung auslösenden Precursoren und der Einfluss von Mikroorganismen auf die TDN-Bildung in Wein. [Disertasi]. Frankfurt aM. Johann
Wolfgang . von Goethe-Universität
Orey, C. 2008. Khasiat
Cuka: Cairan Ajaib Penyembuh Alami. Penerbit Hikmah Jakarta.

