Minggu, 28 Juni 2020

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Apel (Malus sylvestris Mill) merupakan salah satu hasil pertanian yang tersedia sepanjang tahun dan dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan asam asetat dengan fermentasi. Buah dari tanaman apel (Malus sylvestris Mill) banyak dikonsumsi sebagai buah segar selain rasanya yang menyegarkan juga banyak mengandung zat yang dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit. Di Indonesia terdapat enam macam varietas apel, dua varietas yang paling banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis bila dipasarkan adalah Rome Beauty dan Manalagi. Apel Rome Beauty memiliki ciri-ciri bentuk buah bulat lonjong, warna buah hijau kemerahan dan rasa manis agak asam, sedangkan apel Manalagi bentuk buah bulat, kecil dengan warna buah kuning kehijauan dan rasa manis, dengan adanya fruktosa 45 mg/g, glukosa 37,2 mg/g dan sukrosa 45,4 mg/g (Soelarso, 1997). Kadar asam apel Rome beauty cenderung lebih tinggi dibanding apel Manalagi. Kadar gula sederhana pada apel Manalagi lebih besar dibanding apel jenis Rome beauty. Komponen gula dan asam merupakan media yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri asam asetat. (Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Mercu Buana Yogyakarta)
Asam asetat atau asam cuka yang dihasilkan dalam fermentasi menggunakan bakteri asam asetat dari bahan dasar apel disebut juga cider atau lebih dikenal dengan nama cuka apel. Cuka apel memiliki berbagai manfaat seperti penambah rasa, pengawet bahan makanan bahkan untuk pengobatan sehari-hari dalam rumah tangga sudah dikenal sejak beberapa kurun waktu. Manfaat kesehatan yang khasiatnya untuk mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan juga sudah dikenal dibeberapa negara (Anonim, 2007).


BAB II
PEMBAHASAN

Apel (Malus sylvestris Mill) merupakan salah satu hasil pertanian yang tersedia sepanjang tahun dan dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan asam asetat dengan fermentasi. Buah dari tanaman apel (Malus sylvestris Mill) banyak dikonsumsi sebagai buah segar selain rasanya yang menyegarkan juga banyak mengandung zat yang dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit. Di Indonesia terdapat enam macam varietas apel, dua varietas yang paling banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis bila dipasarkan adalah Rome Beauty dan Manalagi. Apel Rome Beauty memiliki ciri-ciri bentuk buah bulat lonjong, warna buah hijau kemerahan dan rasa manis agak asam, sedangkan apel Manalagi bentuk buah bulat, kecil dengan warna buah kuning kehijauan dan rasa manis, dengan adanya fruktosa 45 mg/g, glukosa 37,2 mg/g dan sukrosa 45,4 mg/g (Soelarso, 1997).
Kadar asam apel Rome beauty cenderung lebih tinggi dibanding apel Manalagi. Kadar gula sederhana pada apel Manalagi lebih besar dibanding apel jenis Rome beauty. Komponen gula dan asam merupakan media yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri asam asetat. Asam asetat atau asam cuka yang dihasilkan dalam fermentasi menggunakan bakteri asam asetat dari bahan dasar apel disebut juga cider atau lebih dikenal dengan nama cuka apel. Cuka apel memiliki berbagai manfaat seperti penambah rasa, pengawet bahan makanan
bahkan untuk pengobatan sehari-hari dalam rumah tangga sudah dikenal sejak beberapa kurun waktu. Manfaat kesehatan yang khasiatnya untuk mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan juga sudah dikenal dibeberapa negara (Anonim, 2007).


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.       Penggunaan apel varietas Rome Beauty dengan campuran bakteri A. pasteurianus INT-7 dan A. aceti CJM 7640 rasio (1:2) dapat meningkatkan produksi asam asetat.
2.       Fermentasi asam asetat mengunakan apel Rome Beauty dengan campuran bakteri rasio (1:2) menghasilkan asam asetat 3,11 % dengan product yield 0,85 g/g, efisiensi 60,56 %
B.  Saran
        Gunakan Cuka Apel jika anda ingin

a.       Mengurangi rasa perih akibat terpanggang matahari.
b.       Menghilangkan sumbatan air pada   
telinga setelah berenang.
c.         Menyembuhkan flu.
d.       Menyembuhkan cegukan
e.       Meningkatkan stamina
f.        Menghilangkan rasa kram otot



Daftar Pustaka
Anonim, (2007). Ensiklopedia Bebas Berbahasa Indonesia. Wikipedia Indonesia, diakses pada 2 Oktober 2007.

Soelarso, B. (1997), Budidaya Apel. Kanisius, Yogyakarta.

Soedarini, (1998), Seleksi dan Identifikasi Bakteri Asam Asetat “Acido-ethanol tolerant” untuk Fermentasi Vinegar. Tesis S-2. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada.