BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Apel
(Malus sylvestris Mill) merupakan salah satu hasil pertanian yang tersedia
sepanjang tahun dan dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan asam asetat
dengan fermentasi. Buah dari tanaman apel (Malus sylvestris Mill) banyak
dikonsumsi sebagai buah segar selain rasanya yang menyegarkan juga banyak
mengandung zat yang dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit. Di Indonesia
terdapat enam macam varietas apel, dua varietas yang paling banyak
dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis bila dipasarkan adalah Rome Beauty
dan Manalagi. Apel Rome Beauty memiliki ciri-ciri bentuk buah bulat lonjong,
warna buah hijau kemerahan dan rasa manis agak asam, sedangkan apel Manalagi
bentuk buah bulat, kecil dengan warna buah kuning kehijauan dan rasa manis,
dengan adanya fruktosa 45 mg/g, glukosa 37,2 mg/g dan sukrosa 45,4 mg/g
(Soelarso, 1997). Kadar asam apel Rome beauty cenderung lebih tinggi dibanding
apel Manalagi. Kadar gula sederhana pada apel Manalagi lebih besar dibanding
apel jenis Rome beauty. Komponen gula dan asam merupakan media yang diperlukan
untuk pertumbuhan bakteri asam asetat. (Fakultas Teknologi Pertanian,
Universitas Mercu Buana Yogyakarta)
Asam
asetat atau asam cuka yang dihasilkan dalam fermentasi menggunakan bakteri asam
asetat dari bahan dasar apel disebut juga cider atau lebih dikenal dengan nama
cuka apel. Cuka apel memiliki berbagai manfaat seperti penambah rasa, pengawet
bahan makanan bahkan untuk pengobatan sehari-hari dalam rumah tangga sudah
dikenal sejak beberapa kurun waktu. Manfaat kesehatan yang khasiatnya untuk
mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan juga sudah dikenal dibeberapa negara
(Anonim, 2007).
BAB II
PEMBAHASAN
Apel (Malus sylvestris
Mill) merupakan salah satu hasil pertanian yang tersedia sepanjang tahun dan
dapat dijadikan bahan baku dalam pembuatan asam asetat dengan fermentasi. Buah
dari tanaman apel (Malus sylvestris Mill) banyak dikonsumsi sebagai buah segar
selain rasanya yang menyegarkan juga banyak mengandung zat yang dapat mencegah
dan menyembuhkan penyakit. Di Indonesia terdapat enam macam varietas apel, dua
varietas yang paling banyak dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis bila
dipasarkan adalah Rome Beauty dan Manalagi. Apel Rome Beauty memiliki ciri-ciri
bentuk buah bulat lonjong, warna buah hijau kemerahan dan rasa manis agak asam,
sedangkan apel Manalagi bentuk buah bulat, kecil dengan warna buah kuning
kehijauan dan rasa manis, dengan adanya fruktosa 45 mg/g, glukosa 37,2 mg/g dan
sukrosa 45,4 mg/g (Soelarso, 1997).
Kadar asam apel Rome
beauty cenderung lebih tinggi dibanding apel Manalagi. Kadar gula sederhana
pada apel Manalagi lebih besar dibanding apel jenis Rome beauty. Komponen gula
dan asam merupakan media yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri asam asetat.
Asam asetat atau asam cuka yang dihasilkan dalam fermentasi menggunakan bakteri
asam asetat dari bahan dasar apel disebut juga cider atau lebih dikenal dengan
nama cuka apel. Cuka apel memiliki berbagai manfaat seperti penambah rasa, pengawet
bahan makanan
bahkan untuk pengobatan
sehari-hari dalam rumah tangga sudah dikenal sejak beberapa kurun waktu.
Manfaat kesehatan yang khasiatnya untuk mencegah dan mengatasi gangguan
kesehatan juga sudah dikenal dibeberapa negara (Anonim, 2007).
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Penggunaan apel varietas Rome Beauty dengan
campuran bakteri A. pasteurianus INT-7 dan A. aceti CJM 7640 rasio (1:2) dapat
meningkatkan produksi asam asetat.
2. Fermentasi asam asetat mengunakan apel Rome
Beauty dengan campuran bakteri rasio (1:2) menghasilkan asam asetat 3,11 %
dengan product yield 0,85 g/g, efisiensi 60,56 %
B. Saran
B. Saran
Gunakan Cuka Apel jika anda ingin
a.
Mengurangi
rasa perih akibat terpanggang matahari.
b.
Menghilangkan sumbatan air pada
telinga
setelah berenang.
c.
Menyembuhkan flu.
d.
Menyembuhkan cegukan
e.
Meningkatkan
stamina
f.
Menghilangkan
rasa kram otot
Daftar Pustaka
Anonim, (2007). Ensiklopedia Bebas
Berbahasa Indonesia. Wikipedia Indonesia, diakses pada 2 Oktober 2007.
Soelarso, B. (1997), Budidaya Apel.
Kanisius, Yogyakarta.
Soedarini, (1998), Seleksi dan
Identifikasi Bakteri Asam Asetat “Acido-ethanol tolerant” untuk Fermentasi
Vinegar. Tesis S-2. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada.
goodd
BalasHapusterimakasih banyak infonya sangat bermanfaat
BalasHapusTks info nya
BalasHapus